Article

Mutu Siswa Ditentukan Pembelajaran yang Berkualitas

Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Diksasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad mengatakan, saat ini upaya pemerataan mutu pembelajaran menjadi fokus pemerintah.

Mutu yang ditagih adalah peningkatan pada kompetensi siswa, pengembangan karakter, literasi unggul, dan penguasaan kompetensi abad 21, seperti kemampuan bekerja sama, berpikir kritis, berkomunikasi, serta kreatif.

Menurut Hamid, dalam setahun ini Tanoto Foundation melalui Program PINTAR bekerja sama dengan Kemendikbud telah melatih para guru, kepala sekolah, komite sekolah, dan pengawas dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, manajemen berbasis sekolah, dan budaya baca.

Dampaknya, pembelajaran di kelas guru-guru memfasilitasi siswa menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam pembelajaran. Siswa juga dilatih keterampilan abad 21 dan peningkatan minat membaca. Masyarakat juga terlibat aktif dalam meningkatkan kualitas sekolah.

 “Mutu siswa ditentukan pembelajaran yang berkualitas, maka yang harus dikontrol dan diawasi adalah guru. Maju tidaknya sekolah bergantung kepala sekolah. Program PINTAR ini memastikan guru dan kepala sekolah menjalankan perannya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Saya mendorong program ini perlu didiseminasikan dalam rangka pemerataan kualitas pendidikan. Kemendikbud, pemerintah daerah, dan Tanoto Foundation perlu bersinergi untuk mewujudkannya,” kata Hamid pada acara Sharing Best Practice Program PINTAR di Jakarta, Selasa (28/5).

Murniati Nasution, Kepala SDN 122375 Pematang Siantar, Sumatera Utara, memaparkan pengalamannya membawa perubahan pembelajaran di sekolahnya.

Semua guru konsisten menerapkan pembelajaran aktif, siswa difasilitasi belajar menggunakan kemampuan berpikir tingkat tinggi, dan kegiatan membaca buku setiap hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *